Kesulitan Lini Serang AS Roma dalam Pandangan Capello
![]() |
| Fabio Capello saat masih aktif sebagai pelatih. Foto: Istimewa. |
Roma Kita –
AS Roma memiliki masalah di lini depan. Itulah yang dialami tim asuhan
Gasperini sampai akhir Desember ini.
Giallorossi
masih bercokol di posisi ke empat klasemen sementara Serie A. Roma hanya
kebobolan 10 gol di liga. Tercatat sebagai tim dengan pertahanan terbaik hingga
saat ini. Tentu capaian yang luar biasa untuk Roma.
Sayangnya hal
tersebut masih dirasa belum cukup. Roma diprediksi masih bisa berkembang lagi untuk
lebih kompetitif dan memenangkan sesuatu. Setidaknya itulah pandangan seorang
Fabio Capello, pelatih yang membawa Roma meraih Scudetto pada musim 2000/2001.
Capello
tentunya langsung menyoroti lini serang Roma. Bukan tanpa sebab, dalam 16
pertandingan Serie A Roma hanya mampu melesatkan 17 gol. “Tanpa penyerang
tengah Gasperini tentu akan mendapatkan masalah. Sulit”, ujarnya dalam
wawancara bersama La Gazzetta dello Sport (12/23).
Capello
menjadikan pertandingan melawan Juventus sebagai contoh kasusnya. Bagi Capello,
meski Roma bermain baik namun masih terlihat ‘pincang’. Walhasil Roma harus
menelan kekalahan 1-2. “Saat melawan Juventus Roma tidak memiliki titik acuan di
depan. Roma bermain sangat baik di babak pertama. Sayangnya mereka melakukan
kesalahan dengan memaksakan bermain melalui tengah ketika Juve baru saja
memasukan Bremer kembali", jelas Capello.
Rekrutan
tepat pada bursa transfer musim dingin bisa menjadi solusi taktis bagi Roma. Dan
dua nama yang sering dihubungkan dengan giallorossi adalah Zirkzee (MU) dan
Raspadori (Atletico Madrid). Apakah mereka sosok yang tepat bagi Roma?
"Saya sangat menyukai Zirkzee. Dia tauu cara bermain saat membelakangi
gawang dan mampu bergerak dengan baik. Raspadori di sisi lain lebih merupakan
penyerang kedua. Dia mampu beradaptasi dengan baik dan dia punya kemampuan
mencetak gol. Hanya saja dia bukan penyerang tengah (murni)", tutup
Capello.
(OTK)

Tidak ada komentar